PERSPEKTIF

KEHADIRAN PB KPMIP KEBUTUHAN ATAU KEINGINAN

PB KPMIP PENUH POLEMIK

Oleh : Rifwan Ridwan Saleh

ORGANISASI daerah yang mewadahi putra-putri terbaik  tanah panua di tanah rantau yang telah melahirkan aktivis-aktivis hebat  yang kini menduduki jabatan-jabatan strategis di daerah yang kita sebut Kerukunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Pohuwato (KPMIP) kini berpolemik dan bukan hanya tahun ini, tetapi terhitung tiga tahun belakangan ini semakin tidak karuan dan tidak sportif bagi para kader-kadernya. Dinamika produktif dan progresif tak lagi di sajikan sebagai menu sehat untuk di konsumsi para penghuninya saat ini sebab yang ada adalah kekacuan berfikir.

Kehadiran PB KPMIP di klaim oleh beberapa pihak sebagai penyebab utama masalah dan gonjang-ganjing yang terjadi ditubuh PB KPMIP saat ini. Beberapa masalah telah terjadi sejak PB ini di bentuk, diantaranya adalah :

1. Melantik yang kalah di pesta demokrasi KPMIP Cabang Gorontalo 2016-2017,

2. Tersendaknya anggaran cabang-cabang yang disebabkan masalah data base yang tidak jelas,

3. Polemik klaim dualisme KPMIP Cabang Gorontalo 2017-2018,

4. SK karateker yang di gonta ganti menjelang kongres

5. Menjadi satu-satunya PB yang memiliki 2 hak suara dalam kongresnya,

6. Melakukan pemilihan ketua di kongres tanpa kehadiran 6 Cabang dari total 9 Cabang, dan

7. Transpransi anggaran dan LPJ yang tidak jelas.

Semua itu hanya beberapa bagian kecil dari kesalahan yang dibuat oleh pengurus PB yang belum siap dan tidak cukup berpengalaman untuk mengurusi lembaga sekelas PB saat ini.

Sehingga pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul adalah apakah PB KPMIP merupakan kebutuhan ataukah hanya sekedar keinginan orang-orang tertentu ?, tentu ini membutuhkan jawaban dari orang-orang yang cukup paham terkait alasan mengapa kemudian perlu dibentuknya PB KPMIP dengan pro kontra realitas yang ada hari ini.

Gejolak yang tak kunjung selesai ini menodai dan merusak citra organisasi yang selama 17 tahun ini mewarnai dan memberikan kontribusi atas kemajuan Pohuwato di 16 tahun Kabupaten Pohuwato berdiri menjadi satu daerah otonom.

Pembina KPMIP Bapak Syarief Mbuinga diharapkan dapat turun langsung untuk memberikan pencerahan pada oknum-oknum yang selama ini mengotak-atik KPMIP sehingga sampai seperti saat ini. Teringat 4 point penting kesepakan IKA KPMIP sebelum kongres PB KPMIP yang dilaksanakan di Jogja yang akhirnya dilanggar sendiri oleh beberapa senior yang tetap mengintervensi berlangsungnya kongres hingga usai.

Harapan para kader-kader saat ini, utamanya 6 Cabang yakni ;

1. KPMIP Cabang Gorontalo,

2. KPMIP Cabang Limboto,

3. KPMIP Cabang Sulut,

4. KPMIP Cabang Makassar,

5. KPMIP Cabang Jakarta, dan

6. KPMIP Cabang Jatim.

Agar masalah-masalah dapat segera diselesaikan dan kehadiran PB dapat mempersatukan seluruh cabang yang ada bukan justru merusak tatanan kekeluargaan antar cabang yang kini kacau dan tak karuan.

Komitmen membangun daerah dengan memproduksi manusia-manusia yang kompoten untuk daerah sehingga pengelolaan sumber daya alam yang ada dikelola secara otonom oleh masyarakat bumi panua kembali harus menjadi tujuan KPMIP ini di dirikan seperti cita-cita para pendahulu yang kini telah berada di daerah.

Salam hormat penulis untuk senior-senior dan seluruh kader KPMIP SE INDONESIA.##

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button