PERSPEKTIF

MANUVER TAGAR #STOPIMPORCAKADA ANTARA REALITAS DAN FIKSI

Oleh : Santo Ali

DAERAH Kabupaten Pohuwato tidak lama lagi akan menggelar perhelatan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah yakni Bupati dan Wakil Bupati, Namun kini mulai menjadi peribancangan khalayak public di Daerah yang sering dijuluki bumi panua ini.

Pemerintahan Daerah yang penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Olehnya untuk menciptakan penyelenggaraan system pemerintahan yang baik harus membutuhkan leader yang mampu menjadi patron dan jeli melihat persoalan yang terjadi daerah.

Isu tagar #StopImporCakada adalah sebuah fiksi untuk bagaimana memancing imajinasi dimasyarakat bahwa seolah putra daerah yang terbaik memimpin daerah ini. Tagar ini menurut hemat penulis hanyalah maneuver biasa yang digaungkan oleh segelintir orang saja yang kemudian mengatasnamakan public, tidak perlu kita panatis bahwa yang harus memimpin daerah ini adalah ia orang pohuwato maupun bukan orang pohuwato. Yang perlu kita gaungkan bagaimana para competitor nanti yang akan berkompetisi dalam PILKADA 2020 mendatang harus mampu membawa kearah yang lebih baik dan bagaimana kedepan mampu mengemban amanah ini dengan baik.

Isu tagar #StopImporCakada menurut penilaian penulis adalah bentuk pobhia para elit-elit politik Pohuwato yang terindikasi takut bersaing, jika benar banyak orang-orang yang mampu berkompetisi didaerah ini pada perhelatan PILKADA nanti harusnya lebih terbuka siapapun dia yang memiliki keinginan, kemampuan dan niat baik untuk kemajuan daerah ini bisa diberikan ruang, kalau perlu bersinergi dengan para politisi daerah , kan kita menginginkan daerah ini lebih baik kedepan.

Masyarakat Pohuwato tidak bisa menutup diri dari realitas bahwa daerah bumi panua masih menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) jadi siapapun dia selama masih warga Negara RI memiliki hak untuk maju dalam perhelatan PILKADA 2020 nanti di Kabupaten Pohuwato. Jika benar politisi di Pohuwato sudah teruji maka jangan menunjukan kelemahannya dengan membuat maneuver #StopImporCakada.

Kita semua berharap siapapun pengganti Bupati setelah Bapak H. Syarif Mbuinga harus lebih baik lagii, bahkan melebihi dari kepemimpinan sebelumnya, karena dengan itu kita bisa membawa daerah ini lebih berdaya saing kedepan, unggul dan rakyatnya sejahtera, adil dan makmur. Dengan tagar #StopImporCakada akan mengkerdilkan demokratisasi daerah ini kedepan. Jika kita menginginkan demokrasi yang lebih terbuka yakin dan percaya bahwa pemimpin kedepan akan mampu membawa daerah ini kearah yang lebih baik dan maju dimasa yang akan datang.

Wallahualam…….

Penulis adalah Ketua Umum/Formateur HMI Cabang Pohuwato 2019-2020

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button