HUKRIMKONTROL

TANGKAL ISUE PROVOKATIF JELANG 22 MEI, KABINDA HARAP MEDIA BERPERAN JADI TIANG DEMOKRASI

Laporan : Jaringan Berita SMSI

Editor : Ismail Abas

“Dukungan dari media massa diperlukan dalam rangka menciptakan suasana aman dan kondusif di Prov. Gorontalo pasca pelaksaan Pemilu”

GOL (GORONTALO) – Situasi keamanan yang kondusif di provinsi Gorontalo diharapkan mampu dijaga dan dipertahankan hingga proses perhitungan suara ditingkat Nasional. Berbagai isue terkait dukungan terhadap rencana aksi people power yang digaungkan oleh kelompok yang tidak puas atas hasil Pemilu karena kalah sangat rentan disusupi oleh kelompok lain yang ingin memanfaatkan momentum dalam rangka menerapkan ideologinya.

Media massa merupakan salah satu tiang demokrasi di tanah air, diharapkan dapat menerapkan fungsi dan posisinya sebagai pengawal demokrasi, tidak justru terseret dalam narasi-narasi yang akan melemahkan nilai demokrasi itu sendiri.

Hal ini yang disampaikan Drs. Daeng Rosada, Kepala BIN Daerah Gorontalo, dalam pertemuan dengan sejumlah pimpinan organisasi wartawan dan organisasi perusahan Pers di Gorontalo, Minggu (19/05/2019) bertempat di Grande Bistro Gorontalo Jl. Dr. H. Medi Botutihe. No. 14 kelurahan Heledulaa, kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.

“Dukungan dari media massa diperlukan dalam rangka menciptakan suasana aman dan kondusif di Prov. Gorontalo pasca pelaksaan Pemilu,” ungkap Daeng Rosada, kepada wartawan dalam buka puasa bersama.

Diingatkannya, jelang pengumuman hasil Pemilu pada 22 Mei 2019, telah muncul berbagai pemberitaan ataupun isu yang bersifat provokatif mengajak masyarakat untuk melakukan aksi inskonstitusional / people power. Oleh karena itu, diharapkan wartawan di Provinsi Gorontalo tidak memberitakan konten yang demikian, untuk menjaga kondusifitas wilayah.

“Pelaksanaan Pemilu 2019 di Provinsi Gorontalo maupun di tingkat nasional telah berlangsung aman dan kondusif. Bahkan Indonesia mendapat apresiasi dari negara lain terkait pelaksanaan Pemilu tersebut. Menyikapi hal tersebut, seharusnya seluruh elemen masyarakat dapat mendukung KPU dan Bawaslu serta dapat ikut mengapresiasi hasil Pemilu dengan baik,” ungkap Daeng Rosada.

Diingatkannya pula, bilamana rencana aksi people power menjadikan negara chaos seperti tahun 1998 silam, justru akan berdampak negatif terhadap pembangunan bangsa dan menurunkan derajat demokrasi Indonesia.

Olehnya, guna menghidari potensi penyusupan kelompok terror dalam wacana people power tersebut, diharapkan para wartawan melalui jejaring yang dimiliki dapat ikut berperan melakukan antisipasi.

Usai buka puasa bersama, Daeng Rosada melakukan dialog ringan dengan sejumlah wartawan terkait dengan kondisi daerah Gorontalo yang sangat rentan menjadi lokasi transit dari dan menuju Poso provinsi Sulawesi Tengah.@GOL/Tim SMSI]

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button