POHUWATO EKSEKUTIF

MELIRIK TADARUS AL-QUR’AN HINGGA KHATAM ALA PEMDA POHUWATO

Laporan : Jaringan Berita SMSI

Editor : Ismail Abas

Tadarus Al-Qur’an ini sudah menjadi agenda rutin Pemda pada bulan Ramadhan. Dimana majelis Ta’lim melakukan pengajian di Rudis setelah shalat Tarawih selesai.

MARISA (GOL.INFO) – Banyak kegiatan amaliah yang bisa dilakukan pada bulan Ramadhan ini, salah satunya adalah Tadarus Al-Qur’an. Khusus oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato, melalui  Bagian Kesra Setda Pohuwato, Tadarus Al-qur’an dimulai pada malam keempat Ramadhan, serentak di empat Rumah Dinas (Rudis) yaitu Rudis Bupati, Rudis Wabup, Rudis Sekda dan Rudis Ketua DPRD.

Tadarus ini melibatkan Ibu-ibu jamaah Ta’lim. Mereka rutin setelah usai pelaksanaan Sholat Tarwih memulai pengajian. Sehingga memasuki malam ke-11 Ramadhan, akhirnya Al-qur’an di Khatamkan.

Sesuai pantauan awak media ini, khusus di Rudis Wabup,  khatam Qur’an dimulai setelah selesai shalat Tarawih, Minggu (12/05/2019) kemarin. Wabup Amin Haras bersama istri Ratnawati Tulie ikut melaksanakan khatam Qur’an tersebut bersama Majelis Ta’lim.

Wabup Amin Haras pada kesempatan itu mengatakan, Tadarus Al-Qur’an ini sudah menjadi agenda rutin Pemda pada bulan Ramadhan. Dimana majelis Ta’lim melakukan pengajian di Rudis setelah shalat Tarawih selesai.

“Alhamdulillah pada malam ini khatam Qur’an telah dilaksanakan yang berarti mereka telah selesai melaksanakan pengajian atau Tadarus 30 Juz, ” ucap Amin kepada media ini, Selasa (21/05/2019).

Namun kata Amin, karena sisa waktu Ramadhan masih panjang atau baru memasuki pertengahan bulan puasa,  maka Tadarus kembali dilanjutkan. “Nanti setelah selesai lagi 30 Juz dilakukan kembali khatam Qur’an yang Insya Allah selesai sebelum malam pasang lampu,” ujarnya.

Tak lupa Wabup Amin mendoakan  majelis Ta’lim agar tetap sehat,  diberikan kekuatan lahir bathin sehingga bisa melakukan pengajian setiap malam di empat rumah dinas sekaligus. Ia juga berharap di bulan Ramadhan ini dijadikan momentum memperbanyak amal dan pengajian Al-qur’an.

“Meski demikian kiranya usai ramadhan giat dalam membaca Ql-qur’an tetap dilaksanakan oleh majelis maupun pribadi masing-masing,  sehingga kitab suci ini tetap menjadi pedoman hidup umat muslim pada umumnya,” Pungkasnya. @GOL/Jundi,-

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button