HUKRIM

INI AKIBATNYA SEBAR UJARAN KEBENCIAN, PENJARA GANJARANNYA

Laporan : Jaringan Berita SMSI

Editor: Ismail Abas

“Postingan di instagram milik IB ditemukan Tim Patroli Syber Polda Gorontalo, dimana Tersangka menambahkan narasi ujarankebencian terhadap instusi Polri,” ungkap Wahyu kepada media.

GORONTALO (GOL) – Tiada ampun bagi mereka yang menggunakan media sosial tanpa batas. Ancamannya bisa berurusan dengan hukum. Seperti yang dilakukan IB pada Jum’at (24/05/2019), dimana dirinya menyebarkan vidio dengan menambahkan narasi ujaran kebencian terhadap isntitusi Polri.

Hal ini dismapaikan Kepala Bidang Humas Polda Gorontalo, AKBP Wahyu Dwi Cahyono saat melakukan jumpa pers di ruang Reskrimsus Polda Gorontalo, Selasa (28/05/2019) didampingi penyidik Reskrimsus Polda Gorontalo, AKP Harisno Pakaya.

“Postingan di instagram milik IB ditemukan Tim Patroli Siber Polda Gorontalo, dimana Tersangka menambahkan narasi ujarankebencian terhadap instusi Polri,” ungkap Wahyu kepada media.

Kasus ujaran kebencian ini, kata Wahyu, berawal dari video yang didapatkan oleh pelaku dari group whatshapp dan dibagikan melalui instagram dengan menambahkan narasi yang menyudutkan institusi Polri.

Berdasarkan kejadian ini, pelaku langsung diamankan oleh Pihak Polda Gorontalo, atas tindakan ujaran kebencian yang diposting pada tanggal 24 Mei 2019 di rumah orang tuanya di Kota Gorontalo.

Dalam kasus ini, pihak Polda Gorontalo yang menerima laporan langsung melakukan gelar perkara usai mendapatkan sejumlah barang bukti berupa satu buah handpone dan screenshoot postingan tersebut.

“Pada Sabtu, 25 Medi 2019 dilakukan gelar perkara dan pelaku ditetapkan sebagai tersangka atas kasus ujaran kebencian terhadap Instutusi Polri dengan barang bukti yang ada,” ungkap Kabid humas Polda Gorontalo.

Tersengka dijerat dengan Pasal 45 A ayat 2 Undang-undang  RI No. 19 tahun 2016 tentang  perubahan Undang-undang No 11 tahun 2008,  Junto pasal 126 KUHP dengan ancaman 6 tahun kurungan penjara.

Saat dimintai keterangannya, Tersangka IB mengakui perbuatannya dan menyampaikan permohoan maaf terhadap Institusi Polri.

“Saya merasa bersalah dan tidak mengetahui akan menjadi seperti ini. Saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada Institusi Polri,” ungkap Tewrsangka IB.

Polda Gorontalo melalui Kabid Humas, berharap dengan kejadian ini, masyarakat agar lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial. Dirinya menghimbau untuk melakukan chek kebenaran informasi sebelum dibagikan untuk menghindari hal hal yang merugikan kita semua.

“Kami berharap agar masyarakat lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial, jangan jadi penyebar Hoax,” tutup Wahyu.@GOL/Tim SMSI** 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button