KONTROL

SIKAP POLITIK RUSLI HABIBIE TERKAIT CALON GUBERNUR, SYARIF SANTAI MENANGGAPINYA

Laporan : Jaringan Berita SMSI

Editor : Ismail Abas

“Tidak masalah, Pak Marten juga kader Golkar, untuk saat ini semua orang punya kesempatan dan peluang yamg sama. ………”

GORONTALO (GOL) – Ini penyataan yang cukup mengagetkan politisi Gorontalo. Meski masih jauh pemilihan Gubernur, namun Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie yang juga Ketua DPD I Golkar provinsi Gorontalo mulai menebar harapan.  

Meski sambutan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie saat dirinya melantik Walikota dan Wakil Walikota Gorontalo, Minggu (02/06/2019) lebih memotivasi Marten Taha untuk menjalankan tugas pada periode kedua dengan baik, namun pernyataan politik Rusli Habibie ditengah-tengah para undangan serta pendukung Marten Taha – Ryan Kono mengisaratkan lampu hijau bagi calon Gubernur mendatang.

Sejumlah prestasi politik Marten Taha serta dukungannya menghantar Marten hingga menjabat Walikota 2 periode dipublis tanpa sekat. Padahal, ada kader Golkar lainnya yang juga memiliki potensi yang sama menuju kursi Gubernur Gorontalo mendatang.

“Marten Taha adalah sosok yang sudah hampir paripurna, nanti setelah beliau menjadi Gubernur In Sha Allah di tahun 2024 baru akan saya katakan paripurna,” ungkap Gubernur di depan para undangan yang didalamnya ada pemangku kepentingan, bahkan dari partai lainnya.

Dari pantauan media yang tergabung di SMSi Gorontalo, pejabat yang lebih dahulu meninggalkan arena pelantikan ada Syarif Mbuinga. Adakah hubungan kepulangan Syarif lebih awal dengan pernyataan politik Gubenur?

Politisi muda yang memiliki kharisma dan telah menyumbangkan suara terbanyak untuk calon anggota DPR-RI, Idah Syaidah dari kabupaten ujung barat provinsi Gorontalo itu hanya tersenyum manis ketika disodorkan berbagai pertayaan soal statemen Gubernur itu.

“Hahahahaha saya hadir pelantikan, selesai pelantikan ya pulang, tidak ada hubungan dengan pernyataan beliau (Gubernur) soal saya pulang cepat atau tidak,” ungkap Syarif saat dihubungi melalui komunikasi WhatsApp.

“Tidak masalah, Pak Marten juga kader Golkar, untuk saat ini semua orang punya kesempatan dan peluang yamg sama. Ada yang pernah disebut, ada yang baru disebut bahkan ada yang belum disebut dan malah ada yang tidak akan pernah disebut,” ungkap Syarif dengan bahasa politik pula.

Syarif menanggapi santai berbagai pertayaan wartawan. Dirinya menjawab apa adanya dan tidak terlihat kegelisahan sedikitpun dalam dirinya. @GOL/Tim SMSI**

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button