KONTROL

GCW SOROTI PENUNJUKAN PLT. REKTOR UNG

Laporan : Jaringan Berita SMSI

“Saya berharap Menteri tidak menjadikan UNG seperti UNJ yang sudah lebih setahun dipimpin Plt. Menteri mesti belajar dari kasus UNJ”, tegas Deswerd

GORONTALO (GOL Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohmmad Nasir menunjuk Jhon Henri sebagai Plt. Rektor UNG dengan tugas khusus menggelar pemilihan Rektor ternyata tidak berjalan sesuai harapan. Bahkan belakangan justru mengganggu kinerja institusi.

Pasalnya, sudah tiga bulan sejak ditunjuk sebagai Plt belum ada tanda-tanda pemilihan Rektor digelar. Di lain pihak kehadiran Plt menghambat kinerja institusi sebab Plt tidak bisa menerbitkan SK dan Plt bukan kuasa pengguna anggaran. Parahnya lagi Plt Jhon Henri setelah menjabat lebih sering berlama-lama di Jakarta dari pada di Gorontalo.

“Dalam seminggu paling lama dua hari di Gorontalo, sisanya di Jakarta hingga praktis dia tidak bisa mengawasi kegiatan perkuliahan dan kinerja para dosen dan pegawai.”, ungkap Deswerd Zougira, Koordinator Gorontalo Corruption Watch.

Kendati begitu, Deswerd tidak menyalahkan Jhon Henri. Menurut dia, Menteri yang mesti lebih bijak dalam menunjuk Plt karena urusan kampus bukan melulu soal pemilihan Rektor.

“Saya berharap Menteri tidak menjadikan UNG seperti UNJ yang sudah lebih setahun dipimpin Plt. Menteri mesti belajar dari kasus UNJ”, tegas Deswerd sambil berharap kalangan kampus tidak masa bodoh dengan kondisi kampus yang terus dipimpin Plt.

Sementara itu, media bersama Jaringan Berita SMSI sedang berupaya meminta klarifikasi dari pihak Kementrian terkait persoalan penujukan Rektor UNG yang disoroti pihak GCW. (@GOL/TIM SMSI)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button