KONTROL

SELINGKUH SALAH SATU PEMICU 289 GUGATAN CERAI DI KABGOR

Foto : (Ilustrasi google)

Laporan : Jaringan Berita SMSI

LIMBOTO (GOL) – Cukup mengejutkan…!!! Ternyata tingkat perceraian di kabupaten Gorontalo bisa dibilang cukup tinggi. Data yang diperoeh Kabar Publik di Pengadilan Negeri Agama kabupaten Gorontalo sejak Januari hingga Juni 2019, kini telah mencapai 289 angka gugatan perceraian.

Hal ini disampaikan Kepala Pengadilan Agama Negeri Limboto, Nasrudin kepada media ini, Rabu (26/06/2019). Nasrudin mengatakan, terkait hasil pengamatan serta data-data yang dimiliki, bahwa kebanyakan perceraian di picu oleh beberapa hal yang bisa menjadi kebiasaan buruk masyarakat.

“Faktor perceraian karena masalah pemberian nafkah dimana kepala keluarga malas mencari nafkah. Kecanduan alkohol, yang membuat suami sering mabuk-mabukan menjadi faktor menyebabkan terjadi gugatan cerai. Perselingkuhan masuk kategori perceraian yang banyak di daerah ini. Ini akibat hadirnya orang ketiga dalam rumah tangga,” ungkap Nasrudin sambil memberikan data yang masuk dikantornya.

Perselingkuhan ini terjadi, kata Nasrudin, dipicu akibat pernikahan dini atau pernikahan yang belum matang. Sementara pernikahan dini terjadi karena adanya pergaulan bebas yang sudah tidak punya batas, karena ada muda mudi yang suka keluyuran di malam hari di tempat yang gelap.

“Pergaulan bebas yang terjadi hingga larut malam dan berada dalam suasana gelap akan berakibatkan fatal yang bisa menimbulkan kehamilan diluar nikah, sampai harus memaksakan muda mudi untuk menikah. Tingkat penjagaan serta patroli oleh yang berwajib di tempat gelap, di kos- kosan harus selalu diawasi agar tingkat pernikahan usia dini tidak akan berkembang, serta perceraian tidak akan membengkak,” ungkap Nasrudin.

Dirinya menghimbau agar peran kepala adat yang ada di tiap-tiap wilayah agar lebih optimal dalam menjaga masyarakat dari melemahnya ilmu Agama.

“Jika ilmu Agama akan tertanam kepada kita semua, akan berdampak pada penekanan angka perceraian di daerah ini. Peran orang tua agar lebih mengawasi anak-anaknya.

Biasanya kata Nasrudin, saat di wawancarai oleh wartawan Kabar Publik, tingkat perceraian memasuki bulan Syawal kalender Islam. Dirinya pun belum mengetahui pasti, apa yang menyebabkan bulan Syawal dapat berpotensi bertambahnya tingkat perceraian.(@/Gol_KP-Kipin)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button