KONTROL

GCW Suport Kajati Gorontalo, Tuntaskan Kasus Korupsi Yang Mandek

Laporan : Jaringan BeritaSSMSI

GORONTALO (GOL) – Koordinator Gorontalo Corruption Watch (GCW) Deswerd Zougira memberikan suport kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) yang baru, Jaja Subagja dalam menuntaskan kasus korupsi yang mandek selama ini.

Menurutnya, Kajati harus segera melakukan evaluasi terhadap penanganan perkara-perkara korupsi selama ini. Juga Kajati diminta untuk segera menentukan arah penanganan kasus yang efisien dan efetif sehingga tujuan penindakan tercapai yakni ada efek phiskologis orang takut korupsi dan kerugian keuangan negara bisa kembali.

Langkah ini penting, sebab menurut Deswerd selama dua Kajati sebelum Subagja, telah ada lebih dari 60 orang ditetapkan sebagai tersangka pada beberapa kasus korupsi tapi hingga saat ini belum ada seperempatnya dilimpahkan ke penuntutan.

“Contahnya kasus Pasar Pontolo Gorut ada 14 orang ditetapkan sebagai tersangka 4 tahun lalu tetapi baru 4 tersangka yang dibawa ke persidangan. Yang paling parah kasus gedung dan Rumah Dinas DPRD Kabupaten Gorontala sudah ditetapkan tersangka sekitar 11 orang sejak 2017 tapi hingga saat ini belum satu pun yang diadili. Malah diduga 7 tersangka sudah di-SP3-kan diam-diam. Kasus di Balai Jalan dan Balai Sungai juga belum semua dilimpahkan ke penuntutan,” terangnya, saat dimintai pendapatnya soal penanganan kasus-kasus korupsi di Kejati.

Itu sebabnya kata Deswerd lagi, Subagja harus segera menuntaskan kasus-kasus diatas agar ada kepastian hukumnya. Jangan digantung bertahun-tahun sebab tersangka juga punya hak untuk tahu kapan status tersebut berakhir.
Begitu pun soal penetapan tersangka, ke depan harus selektif.

“Jangan semua orang ditetapkan sebagai tersangka tapi cukup pelaku utama dan yang menerima aliran dana. Hal ini dimaksudkan agar hadir dampak phiskologis orang takut korupsi dan kerugian negara bisa kembali,” tambah Deswerd lagi.

Hal penting lainnya yang mesti dilakukan Kajati Subagja yakni memprioritaskan penanganan kasus yang mendapat perhatian besar publik karena ada keterlibatan orang besar dan yang menimbulkan kerugian negara dalam jumlah besar. “Jadi pisau antikorupsi Kajati harus tajam ke atas bukan tajam ke bawah seperti selama ini dipamerkan,” papar Deswerd. (@/tim gol)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button