POHUWATO EKSEKUTIF

PMII Pohuwato Gelar Aksi Solidaritas Untuk Sahabat Randi

Laporan : Pian Hilalingo
Editor : Topan Abdul

MARISA (GOL) – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII red) Cab. Pohuwato pada Senin (30/9/2019) gelar aksi solidaritas untuk mengenang gugurnya Randi salah seorang aktifis PMII yang terkena peluru tajam pada aksi unjuk rasa Selasa (25/9/2019) silam yang diduga dilakukan oleh oknum aparat kepolisian.

Gerakan yang dinamakan dengan ‘Aksi Solidaritas Untuk Sahabat Randi’ dimulai disimpang empat blok plan dengan melakukan aksi menyalakan lilin sebagai tanda berkabung dengan diiringai orasi-orasi perjuangan yang pada intinya mengutuk keras tindak kriminalitas yang dialami Randi dan meminta Kapolri untuk mengusut tuntas kasus penembakan tersebut.

“Suara mahasiswa adalah refresentasi dari keinginan rakyat yang menginginkan kehidupan yang damai dan menolak sebagai bentuk diskriminasi yang dilakukan oleh oknum penguasa melalui regulasi undang-undang yang hanya berpihak pada kelompok tertentu dan memarjinalkan para wong cilik. Lalu bagaimana jadinya jika keinginan rakyat yang disuarakan oleh Mahasiswa ditanggapi dengan kekerasan bahkan berujung pada kehilangan nyawa seperti yang dialami oleh sahat Randi,” Tegas Yusuf Abjul Ketua PMII Cab. Pohuwato dan disambut dengan teriakan dari rekan-rekannya.

“Kami meminta pihak kepolisian Republik Indonesia didalam melakukan pengamanan aksi mengedepankan cara-cara persuasif tanpa kekerasan” kata Yusuf dan kembali disambut dengan suara teriakan rekannya.

Aksi solidaritas tersebut kemudian dilanjutkan ke Mapolres Pohuwato dan masa aksi diterima langsung oleh Bapak Kapolres Pohuwato AKBP Agus Widodo. Dan pada kesempatan tersebut masa aksi diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspiranya yang isinya antara lain :

  1. Mendesak kepolisisan RI untuk merubah cara dan sikap yang selama ini dinilai lebih mengedepankan kekerasan dan menggantinya dengan cara yang lebih persuasif tanpa kekerasan dan tidak repretif.
  2. Mengecam tindakan kekerasan, penganiayaan, pengeroyokan bahkan tindakan kesewenang-wenanga, sebagaimana perkapolri no. 8 tahun 2009 tentang implementasi prinsip dan standar HAM dalam menyelenggarakan tugas kepolisian RI, dan perkapolri nomor 16 tahun 2016 tentang pengendalian masa.
  3. Mendesak kepilolisian RI untuk segera mengusut tuntas pelaku penembakan aktivis beberapa waktu lalu.
  4. Menghentikan kriminalisasi terhadap aktivis dan jurnalis.

Setelah mendengar tuntutan tersebut kapolres Pohuwato (Agus Widodo) menyampaikan didepan masa aksi dan media bahwa yang menjadi tuntutan dari masa aksi tersebut akan menindaklanjuti dan menyurati ke Kapolda Gorontalo terkait tuntutan tersebut dan nantinya pihak Polda yang akan melanjutkan ke atasan/kapolri. (@/gol)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button