POHUWATO EKSEKUTIF

Sekda : Perempuan Bagian Potensi Sumber Pembangunan Daerah

MARISA (GOL) – Perempuan memiliki peran yang tak terpisahkan dari pembangunan di daerah ini. Karena itu, perempuan juga perlu diberdayakan dan dilembagakan.

Sejalan dengan itu, Dinas Pendidikan Pohuwato, bertempat di pelataran pantai pohon cinta menggelar Sarasehan Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Mandiri (GP3M), Selasa (12/11/2019).

Dibuka Sekda Djoni Nento didampingi Assisten Pembangunan, Rusmiyati Pakaya, Kadis Perindagkop Zulkifli Umar, Kadis Pendidikan Rudi W.E. Daenunu, Anggpta DPRD Al Amin Uduala.

Dihadiri pula, Direktur Pembinaan Keaksaraan dan Kesetaraan Direktorat PAUD dan Dikmas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI diwakili Kepala BP Paud Dikmas, Drs. H. Bambang Kusnaidy,M.Pd.

Sekda Djoni Nento, mengatakan, GP3M adalah gerakan yang d dorong oleh pemda, pemprov dan pemeritah pusat, karena penduduk Indonesia terbanyak adalah kaum perempuan dan ini potensi pembangunan nasional.

Di pohuwato kaum perempuan lebih kurang 73.525 jiwa dari jumlah penduduk 146.549 jiwa, maka peran perempuan sangat strategis dalam rangka pembangunan daerah. Olehnya hal ini sangat perlu karena bagian yang tidak terpisahkan dari persoalan pembangunan di daerah.

“Perempuan di pohuwato perempuan yang kretif, inovatif dan produktif terbukti dengan adanya pameran yang merupakan hasil karya perempuan itu sendiri. Meski demikian diharapkan dengan adanya sarasehan maka kedepan lebih banyak lagi perempuan yang bisa berinovasi dalam mengembangkan dan memanfaatkan SDA yang ada”,harap sekda.

Kaum perempuan kata Sekda Djoni, adalah bagian yang tak terpisahkan dari potensi sumber pembangunan daerah. Namun dengan kegiatan ini akan lebih banyak lagi kedepan karena kita lebih diberikan lagi penididkan, pengetahuan, dan keterampilan.

Sebelumnya Kadis Pendidikan Rudi Daenunu menambahkan, melalui kegiatan GP3M tidak ada lagi perempuan miskin termarjinalkan baik dari segi pendidikan maupun keterampilan.

Peserta adalah penerima program Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKH-P) 4 PKBM dan bantun desa lokasi SKB yang membina 200 warga belajar.

Selanjutnya untuk pelaksanaan keterampilan di masing-masing PKBM/SKB berlangsung kurang lebih 2 bulan dan diakhiri dengan kegiatan sarasehan GP3M pada saat ini.

Kegiatan dilanjutkan dengan talk show oleh Sekda, Assisten Pembangunan, Kadis Perindagkop dan Anggpta DPRD. (@/gol_hms)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button