PROVINSI

Gelar PKPA, Advokat Gorontalo Hadirkan Presiden KAI

GORONTALO (GOL) – Pelaksanaan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan Ujian Kompetensi Dasar Profesi Advokat (UKDPA) angkatan ke-3, oleh Dewan Pimpinan Daerah Kongres Advokat Indonesia (KAI) Gorontalo kerjasama Fakultas Syariah IAIN Sultan Amai Gorontalo, dihadiri langsung Presiden KAI, Adv. H. Tjoetjoe Sandjaja Hernanto.

Presiden KAI hadir pada acara pembukaan PKPA, yang berlangsung di Kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo, Jumat (29/11/2019). Tak hanya hadir, Presiden KAI juga menjadi narasumber untuk dua materi sekaligus.

Di sela-sela acara pembukaan, Presiden KAI, Tjoetjoe Sandjaja, tak lupa memberikan apresiasi dan rasa bangga terhadap Advokat Gorontalo yang tergabung dalam Kongres Advokat Indonesia yang begitu bersemangat berupaya dan berusaha keras melaksanakan PKPA dengan jumlah peserta yang cukup banyak yakni 14 orang.

“Saya salut dan bangga para pengurus KAI Gorontalo yang mampu melaksanakan PKPA dengan jumlah peserta yang lumayan banyak. Dibeberapa daerah lain, ada jumlah peserta PKPA yang kurang dari 10 orang saja,” ucapnya.

Dijelaskannya, menjadi advokat adalah profesi yang mulia. Sebab, memperjuangkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Sebab itu, profesi ini perlu dihormati dan dijunjung tinggi.

Kedepan, Tjoetjoe berharap, pelaksanaan PKPA bisa dijadwalkan secara rutin dalam setahun. Agar bisa menampung mereka para lulusan sarjana hukum yang berminat jadi advokat. Sebab, biasanya kata Tjoetjoe, seseorang ingin ikut pendidikan Advokat, namun terkendala pada waktu dan biaya. Sehingga jika diatur jadwalnya secara rutin dalam setahun maka mereka bisa berkesempatan ikut pada gelombang PKPA selanjutnya.

“Insya Allah kedepan harapan saya, PKPA ini bisa dijadwalkan secara rutin dalam setahun. Mungkin bisa empat kali setahun. Sehingga memberi peluang bagi sarjana hukum lainnya memilih kesempatannya untuk ikut PKPA,” terangnya.

Secara khusus Presiden KAI juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada civitas akademika kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo, yang telah bekerjasama dalam pelaksanaan PKPA oleh KAI Gorontalo.

Sementara itu, Dekan Syariah IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Ayub Ishak ketika membuka PKPA ini menyambut baik atas kerjasama yang sudah terlaksana ini. Menurutnya, pelaksanan PKPA adalah bagian dari implementasi MoU kampus dengan KAI Gorontalo. Biasanya kata Ayub, penandatangan MoU itu ibarat orang membangun rumah. Dilakukan peletakan batu pertama tapi juga menjadi peletakan terakhir. Tidak ada tindaklanjut dari hasil penandantanga MoU tersebut.

“Alhamdulillah KAI Gorontalo mampu mengimplementasikan bentuk-bentuk kerjasama yang telah termaktub dalam MoU yang ditandatangani kemarin. Dan PKPA adalah salah satu wujud nyatanya,” terang Ayub.

Soal usulan pelaksanaan PKPA rutin dalan setahun, Ayub menyambut baik. Hanya saja, Ia menyarankan pelaksanaan di jadwalkan setelah Wisuda kampus.

“Kami setuju jika PKPA rutin dilaksanakan dalam setahun. Jika memungkinkan dilaksanakan setelah wisuda. Sebab, agenda wisuda kampus dua kali dalam setahun yakni bulan Februari dan Agustus. Maka PKPA bisa dilaksanakan setelahnya,” pungkasnya. (@/gol_tim)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button