KONTROL

Aktivis Paguat Bahas Penanganan virus Corona di Wilayahnya

PAGUAT (GOL) – Penyebaran virus Covid-19 atau corona begitu cepat hingga melahirkan kecemasan bahkan kepanikan dikalangan banyak orang.

Kondisi ini pula dirasakan oleh masyarakat Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato. Anjuran pemerintah untuk tidak melakukan aktivitas diluar rumah menambah kecemasan diantara warga. Mereka dilematis, antara mengikuti anjuran atau memilih memenuhi kebutuhan agar dapur tetap mengepul.

Tak ayal, kondisi ini mengundang perhatian dari sejumlah aktivis di Kecamatan Paguat. Ditengah kecemasan dan kepanikan warga akibat Corona, para aktivis yang punya background ilmu berbeda ini berkumpul bersama guna membahas upaya penanganan penyebaran virus ini diwilayahnya.

Sejumlah aktivis tersebut diantaranya, Noldi Datau (Guru), Wilyam Abdul (Perawat), Fathan Antula (Kehutanan), Dadang Djabu (Jurnalist), Ikbal Mbuinga (Kades), Ismail Abas (PDAM). Tak hanya itu, diskusi ini pula dihadiri Aleg DPRD asal Paguat, Otan Mamu.

Pembahasan diawali dengan penjelasan teknis soal virus Corona dan penyebarannya oleh Wilyam Abdul yang notabene adalah seorang perawat. Ia menjelaskan panjang lebar kaitan pandemi virus Covid-19. Sehingga, membuat para aktivis lainnya memahami cara kerja virus ini.

“Intinya virus ini sangat berbahaya, tapi mudah untuk dihindari, terutama melalui kebiasaan hidup bersih,” jelas Wilyam.

Mendengar pemaparan itu, sejumlah aktivis ini kemudian membedahnya dan masing-masing menyarankan solusinya.

Ikbal Mbuinga misalnya, Kepala Lurah Siduan ini megaku telah menerapkan kewajiban pakai masker bagi aparaturnya. Demikian pula bagi masyarakatnya, jika beraktivitas diluar wajib pakai masker. Termasuk menerapkan pola hidup sehat. Sehingga Ia menyarankan, kebijakan ini bisa dilakukan secara menyeluruh di Kecamatan Paguat.

“Kami sudah memulai langkah pencegahan dari hal yang terkecil,” ujarnya.

Lain halnya dengan Fathan Antula, aktivis yang kini fokus pada bidang kehutanan ini, menyarankan agar tanaman-tanaman di hutan yang memiliki khasiat tertentu bisa dijadikan sumber obat penangkal untuk virus Covid-19. Misalnya, daun kelor yang konon viral bisa menyembuhkan Corona.

“Nah, kita harus kembali menggunakan khasiat alam dalam mencegah dan melawan pandemi Corona ini,” jelasnya.

Noldi Datau, aktivis yang juga seorang guru ini lebih pada menjaga anak-anak bangsa dari serangan Corona. Ia menyarankan, selain dilakukan pembelajaran dirumah, pihak orang tua juga penting untuk tidak membiarkan anak-anaknya berkeliaran bebas diluar ruamah. Apalagi, sampai memanfaatkan liburan ditempat wisata atau mall.

“Mari kita prioritaskan anak-anak dalam penjagaan serangan virus corona ini,” tegasnya.

Sementara itu, Ismail Abas yang dipercayakan mengawasi pengelolaan air di PDAM, akan segera memastikan lagi higienitas air yang didistrubis kepada masyarakat. Sebab, air merupakan salah satu sumber penyebaran penyakit jika tidak bersih. Sehingga, wajib untuk dijaga kejernihan dan kebersihannya.

“Dan paling penting kami harus menyiapkan stok cadangan air untuk 3 bulan kedepan. Sebab, fenomena Corona sperti saat ini, air hanya habis untuk cuci tangan saja. Sehingga penting untuk memastikan ketersediaannya,” imbuhnya.

Dadang Djabu, Jurnalist kawakan ini, mengaku akan terus memberikan informasi akurat tentang Corona dan penyebarannya.

“Insyaallah apapun terkait info terkini soal Corona dan akibatnya, termasuk kebijakan pemerintah dalam penanganannya, akan saya informasikan ke khalayak banyak lewat tulisan,” ucapnya.

Senada dengan itu, Aleg asal Paguat, Otan Mamu berupaya akan meneruskan saran dan solusi ini dalam penjabaran yang besar melalui pemerintah Daerah. Ia juga tak lupa mengkritisi pemberian bantuan sembako kepada masyarakat yang tidak diiringi oleh pendistribusian cadangan beras oleh OPD terkait.

“Insyaallah semua saran konstruktif ini akan menjadi referensi bagi pemerintah dalam menangani penyebaran Covid-19 di Pohuwato,” tandasnya. (@gol/tim)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close