POHUWATO LEGISLATIF

New Normal, Aleg Golkar Ini Imbau Warga Tetap Waspada & Taati Protokoler Kesehatan

POHUWATO (GOL) – New Normal jadi jurus pemerintah pusat melawan dampak pandemi terhadap perekonomian masyarakat di indonesia.

Dengan New Normal maka pusat perekonomian diharapkan akan berjalan seperti semula dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Langkah awal penerapan new normal akan berlaku di 4 provinsi, di antaranya provinsi Gorontalo yang merupakan provinsi terakhir yang masuk pada zona merah. New Normal tersebut akan berlaku mulai 1 juni 2020.

Khusus di Kabupaten Pohuwato akan menunggu keputusan pemerintah Provinsi Gorontalo untuk ditindak lanjuti dan di berlakukan di Daerah Panua tersebut.

Dengan new normal maka aktifitas masyarakat akan kembali normal namun tetap memperhatikan protokol kesehatan agar masyarakat tetap terhindar dari Virus Covid-19 atau Korona

Menyikapi pemberlakuan New Normal itu, Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato, Iwan S. Adam, menyambut baik penerapan new normal di provinsi Gorontalo, lebih khusus di Kabupaten Pohuwato.

“Alhamdulillah, semoga saja dengan akan di berlakukannya new normal perekonomian bisa kembali normal seperti sebelumnya, karena jika perekonomian normal maka masyarakat pun bisa memenuhi kebutuhannya”, Iwan S. Adam

Iwan yang juga Ketua komisi 2 ini pun berharap masyarakat tidak terlena dengan new normal yang akan di terapkan di provinsi Gorontalo dan khususnya di Kabupaten Pohuwato.

Olehnya Iwan S. Adam tetap menghimbau masyarakat Pohuwato menaati himbauan pemerintah daerah baik pemerintah pusat hingga pemerintah daerah Kabupaten Pohuwato.

Serta harapannya masyarakat Kabupaten Pohuwato yang terpapar tidak lagi bertambah dan Kabupaten Pohuwato pun akan kembali pada zona hijau.

Untuk di ketahui saat ini Kabupaten Pohuwato telah masuk ke zona merah menyusul di publikasikan salah satu warga popayato timur di nyatakan positif Virus Covid-19 atau Corona. (@/gol)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close