Kategori
Tak Berkategori

Desa Iloheluma Jadi Kampung KB Percontohan, Dikunjungi Tim Monev BKKBN Provinsi

PATILANGGIO (GOL) – Sebagai Desa percontohan kampung KB, Desa Iloheluma, Kecamatan Patilanggio dikunjungi Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari BKKBN Provinsi Gorontalo.

Kunjungan tim Monev ini didampingi Kepala DP3AP2KB Kabupaten Pohuwato, Rusmiaty Pakaya. Didampingi Camat Patilanggio, Kades Iloheluma, dan Kader Kesehatan beserta Sub PPKBD.

Kepala DP3AP2KB, Rusmiati Pakaya
mengungkapkan, istilah kampung KB adalah Desa unggul atau Desa tangguh. Maka harapannya, ketika Desa Iloheluma dijadikan kampung KB percontohan, harus menjadi desa yang tangguh dan memiliki keunggulan dibandingkan desa-desa yang lain.

‘Keinggulannya dalam hal apa, tentu adalah lintas sektor. Sebab kampung KB Itu adalah kampung dimana kolaborasi program lintas sektor ada disitu. Intinya adalah bagaimana masyarakat menciptakan keluarga kecil yang bahagia, sejahterah lahir dan bathin,” jelas Rusmiaty.

Lebih lanjut kata Rusmiyati, dengan kampung KB ini maka generasi yang dihasilkan nanti adalah generasi emas. “Generasi emas adalah generasi yang berkualitas, kuat imtaqnya, kuat ipteknya, jauh dari narkoba, jauh dari freeseks dan menjauhi pernikahan dini. Ini intinya,” urainya.

“Harapannya adalah Desa Iloheluma menjadi Patron bagi 101 Desa lainnya di Kabupaten Pohuwato,” tutup Rusmiaty. (@/gol/ndre)

Kategori
OPINI Tak Berkategori

Nota Tuntutan Jaksa Kasus Penyiraman Air Keras : Mengetahui Bentuk-bentuk Kejahatan Penganiayaan

Oleh :
Agung Firmansyah, M.H
(Tutor Hukum Pidana di salah satu Perguruan Tinggi Negeri)

NARASI “nota tuntutan jaksa” pada kasus penganiayaan yang menimpa penyidik senior KPK, Novel Baswedan sepekan terakhir kembali ramai diperbincangkan. Umumnya masyarakat berpandangan tuntutan jaksa kepada kedua pelaku penganiayaan yang menyerang Novel sangat ringan berbeda dengan kasus-kasus serupa sebelumnya yang cenderung dituntut lebih tinggi.

Meski begitu tidak sedikit juga yang berpandangan, nota tuntutan jaksa pada kasus Novel sudah sesuai dengan kaidah-kaidah hukum dan dapat dipertanggungjawabkan.

Mengenai kejahatan penganiayaan seperti yang menimpa Novel ketentuanya dapat dilihat pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) bentuk kejahatan ini letaknya berada pada Bab XX yakni Pasal 351 – Pasal 358. Namun istilah penganiayaan sendiri tidak dijelaskan secara rinci dalam KUHP sehingga belakangan mengundang tafsir penganiayaan yang berbeda. Akan tetapi, sejauh ini para penegak hukum jamaknya mengartikan penganiayaan sebagai “tindakan sengaja menyebabkan perasaan tidak enak (penderitaan), rasa sakit, atau luka pada orang lain.”

Pada perinsipnya berat ringanya hukuman kejahatan penganiayaan ditentukan dari bentuk penganiayaan yang dilakukan. Karena setiap pasal penganiayaan yang disebutkan di atas memiliki unsur berbeda yang beramplifikasi pada lahirnya bentuk-bentuk penganiayaan itu sendiri. Nah, dikesempatan ini saya telah menyajikan bentuk-bentuk penganiayaan yang secara redaksional telah saya sederhanakan agar lebih mudah untuk dipahami dan sedikit menambahkan ilustrasi kasus agar catatan ini tetap menjadi koheran dengan kasus Novel an sich.

PENGANIAYAAN BIASA

Penganiayaan biasa adalah bentuk penganiayaan yang paling umum dari bentuk penganiayaan lainya. Ketentuan penganiayaan ini terdapat pada pasal 351 KUHP. Mengamati Pasal 351 KUHP maka kita akan mendapati 4 (empat) jenis penganiayaan biasa, yakni:

a). Penganiayaan yang tidak menimbulkan luka berat maupun kematian dan dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan atau denda sebayak-banyaknya tiga ratus rupiah (ayat 1)

b). Penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dan dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya 5 tahun (ayat 2)

c). Penganiayaan yang mengakibatkan kematian dan dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya 7 tahun (ayat 3)

d). Penganiayaan berupa sengaja merusak kesehatan (ayat 4).

Bila menilik lebih dalam lagi maka pada 351 KUHP ditemukan 4 (empat) unsur penganiayaan biasa, yakni: (1). Adanya kesengajaan (2). Adanya perbuatan (3). Adanya akibat perbuatan (yang dituju), rasa sakit pada tubuh, dan atau luka pada tubuh dan adanya (4). Akibat yang menjadi tujuan satu-satunya.

PENGANIAYAAN RINGAN

Bentuk penganiayaan kedua adalah penganiayaan ringan. Bentuk penganiayaan ini diatur dalam Pasal 352 KUHP.  Menurut Pasal ini, penganiayaan ringan ini ada dan diancam dengan maksimum hukuman penjara tiga bulan atau denda tiga ratus rupiah apabila tidak masuk dalam rumusan Pasal 353 dan 356, dan tidak menyebabkan sakit atau halangan untuk menjalankan jabatan atau pekerjaan. Hukuman pada penganiayaan ini dapat ditambah sepertiga bagi orang yang melakukan penganiayaan ini terhadap orang yang bekerja padanya atau yang ada di bawah perintahnya.

Penganiayaan tersebut dalam Pasal 352 (1) KUHP yaitu suatu penganiayaan yang tidak menjadikan sakit atau menjadikan terhalang untuk melakukan jabatan atau pekerjaan sehari-hari.

Adapun unsur-unsur penganiayaan ringan:

  • Bukan berupa penganiayaan biasa.
  • Bukan penganiayaan yang dilakukan terhadap (bapak, ibu yang sah, istri maupun anaknya),  
  • Bukan pula terhadap pegawai negri yang sedang dan atau karena menjalankan tugasnya yang sah atau
  • Bukan penganiayaan yang dilakukan dengan cara memasukkan bahan berbahaya bagi nyawa atau kesehatan untuk dimakan atau diminum.

Lebih lanjut yang dimaksud dengan penganiayaan ringan ialah:

  • Yang tidak mengakibatkan sakit (penyakit) atau menyebabkan terhalangnya orang menjalankan jabatannya atau mata pencahariannya.
  • Yang tidak direncanakan terlebih dahulu.

-Yang tidak menggunakan benda yang membahayakan nyawa atau kesehatan orang.

  • Yang tidak dilakukan terhadap orang tuanya, isterinya, atau suaminya, anak-anaknya, atau pegawainya yang sedang atau karena melakukan kewajibannya.

Dari uraian ini jelaslah bahwa penganiayaan yang mengakibatkan sakit atau menyebabkan terhalangnya seseorang untuk menjalankan jabatannya maupun mata pencaharian tidak dapat dikategorikan sebagai penganiayaan ringan. Adapun percobaan untuk melakukan bentuk penganiayaan ini tidak dapat dihukum.

PENGANIAYAAN YANG DIRENCANAKAN TERLEBIH DAHULU

Menurut pandangan ahli, arti ‘‘direncanakan lebih dahulu’’ dalam bentuk penganiayaan ini ialah setiap pelaku sebelum melakukan penganiayaan memiliki suatu jangka waktu betapapun pendeknya untuk dapat mempertimbangkan dan memikirkan dengan tenang mengenai apa yang akan diperbuatnya.

Untuk perencanaan ini, tidak memerlukan ada tenggang waktu lama antara waktu merencanakan dan waktu melakukan perbuatan penganiayaan berat atau pembunuhan. Sebaliknya meskipun ada tenggang waktu, belum tentu dapat dikatakan ada rencana lebih dahulu secara tenang. Ini semua bergantung kepada keadaan konkrit yang menyertai dari setiap peristiwa.

Menurut Pasal 353 KUHP ada 3 macam penganiayanan berencana , yaitu:

  • Penganiayaan berencana yang tidak berakibat luka berat atau kematian dan dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya 4 (empat) tahun.
  • Penganiayaan berencana yang berakibat luka berat dan dihukum dengan hukuman selama-lamanya 7 (tujuh) tahun.
  • Penganiayaan berencana yang berakibat kematian  dan dihukum dengan hukuman selama-lamanya 9 (Sembilan) tahun.

Unsur penganiayaan berencana adalah direncanakan terlebih dahulu sebelum perbuatan dilakukan. Penganiayaan dapat dikualifikasikan menjadi penganiayaan berencana jika memenuhi syarat-syarat:

a). Pengambilan keputusan untuk berbuat suatu kehendak dilakukan dalam suasana batin yang tenang

b). Sejak timbulnya kehendak/pengambilan keputusan untuk berbuat sampai dengan pelaksanaan perbuatan ada tenggang waktu yang cukup sehingga dapat digunakan pelaku untuk berpikir tenang, antara lain, Resiko apa yang akan ditanggung, bagaimana cara dan dengan alat apa serta bila mana saat yang tepat untuk melaksanakannya dan yang terakhir bagaimana cara menghilangkan jejak perbuatan

c). Dalam melaksanakan perbuatan yang telah diputuskan dilakukan dengan suasana hati yang tenang.

PENGANIAYAAN YANG DISENGAJA UNTUK MELUKAI BERAT

Bentuk penganiayaan ini diatur dalam Pasal 354 KUHP. Penganiayaan berat ialah penganiayaan yang berdampak berat pada tubuh korbannya.

Sebagai ilustrasi, A dengan sadar menyiramkan jenis cairan kimia (air keras) ke wajah B, akibat perbuatan A tersebut, B mengalami luka berat yakni bola mata B kehilangan fungsi secara permanen. Perbuatan A pada ilustrasi tadi haruslah dilakukan dengan sengaja, sehingga A dapat dikategorikan melakukan penganiayaan yang disengaja untuk melukai berat.

Adapun unsur-unsur penganiayaan berat, antara lain:

a). Kesalahan (kesengajaan)
b). Perbuatannya (melukai secara berat)
c). Obyeknya (tubuh orang lain)
d). Akibatnya (luka berat).

Mencermati unsur kesengajaan maka “kesengajaan” ini harus ditujukan lansung terhadap perbuatannya dan akibatnya. Kembali kepada ilustrasi penyiraman air keras tadi, maka untuk membuktikan adanya “unsur disengaja untuk melukai berat” maka jaksa sebagai penuntut umum wajib membuktikan bahwa A telah dengan sengaja menyiramkan air keras untuk merusak bola mata B namun sebaliknya, bila jaksa penuntut umum tidak dapat menghadirkan bukti adanya kesengajaan A untuk merusak mata B maka bentuk penganiayaan yang disengaja untuk melukai berat tidak terbukti. Adapun mengenai Istilah “luka berat” dapat dilihat pada pasal 90 KUHP.

PENGANIAYAAN BERAT YANG DIRENCANAKAN TERLEBIH DAHULU.

Bentuk penganiayaan ini dimuat dalam pasal 355 KUHP. Bila kita menyimak uraian yang telah ada di atas tentang bentuk penganiayaan berencana, dan penganiayaan berat, maka bentuk penganiayaan terakhir ini merupakan bentuk gabungan antara penganiayaan berat (354 ayat 1) dengan penganiyaan berencana (pasal 353 ayat 1), dengan kata lain suatu penganiayaan berat yang terjadi dalam penganiayaan berencana, kedua bentuk penganiayaan ini haruslah terjadi secara serentak/bersama.

Oleh karena harus terjadi secara bersama, maka harus terpenuhi baik unsur penganiayaan berat maupun unsur penganiayaan berencana. (*)

Kategori
Tak Berkategori

Puji Kinerja Kombes Pol. Dewa Putu Gede Arta, Mahmud : Terima Kasih Atas Dedikasinya

Laporan : Jaringan Berita JMSI

GORONTALO (GOL) – Sejumlah Pejabat Utama di Polda Gorontalo mengalami rotasi jabatan. Hal ini terjadi setelah Kepala Kepolisian Daerah Gorontalo Brigjen Pol Dr. Adnas, M.Si memimpin upacara serah terima jabatan Selasa (12/05/2020).

Upacara Sertijab yang dilaksanakan sesuai penerapan protokol kesehatan yaitu physical Distancing (jaga jarak fisik), menggunakan masker itu memutasi pejabat dilingkungan Polda diantaranya Irwasda Polda Gorontalo Kombes Pol Drs. M. Syamsul Huda digantikan oleh Kombes Pol. Yakub Dedy Karyawan,SIK,selanjutnya Kombes Pol Drs.M. Syamsul Huda melaksanakan tugas sebagai Irwasda Polda Riau.

Demikian pula dengan jabatan Direktrur Reserse Narkoba yang dipimpin Kombes Pol. Dewa Putu Gede Arta, SH.,MH diserahterimakan kepada AKBP Witarsa Aji SIK.,SH.,MH yang sebelumnya menjabat sebagai Wadir Resnarkoba. Kombes Pol Dewa sendiri menerima tugas baru sebagai Dir Resnarkoba Polda Jambi.

Jabatan Kabid Dokkes Polda Gorontalo AKBP dr. Dafianto Arief digantikan oleh Kombes Pol. dr. Wasis Murjito, selanjutnya dr. Dafianto melaksanakan tugas di Pusdokkes Polri, Kabid Propam AKBP I Ketut Agus Kusmayadi SIK digantikan oleh AKBP Restawati Tampubolon SH, selanjutnya AKBP I Ketut Agus melaksanakan tugas sebagai Kabag RBP Ro Rena Polda Bali. dan terakhir Kabid TIK AKBP Famudin SIK digantikan oleh AKBP Muji Supriyanto SIK.,M.Si yang sebelumnya menjabat sebagai Wadir Reskrimum, sementara AKBP Famudin melaksanakan tugas sebagai Wadir Reskrimsus Polda Gorontalo.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gerakan Anti Narkotika (Granat) provinsi Gorontalo, Mahmud Marhaba, mengucapkan terima kasih atas dedikasi kepada Diretur Reserse Narkoba Polda Gorontalo, Kombes Pol Dewa Putu Gede Arta SH.,MH yang telah menjalankan tugas dengan baik di Gorontalo.

“Sebagai mitra kerja kami menyampaikan hormat atas kerja keras memimpin pemberantasan Narkoba di daerah ini. Kiranya silaturahim yang terbangun selama bertugas di Gorontalo akan terus terjaga bersama pejabat baru dan jajarannya di Res Narkoba Polda Gorontalo,” ungkap Mahmud kepada Jaringan Media Siber Indonesia di Gorontalo.

Diketahui, selama kepemimpinan Kombes Pol Dewa Putu Gede Arta SH.,MH banyak hal yang telah dilakukan termasuk bagaimana menjadikan daerah ini bebas Narkoba dengan mempersempit ruang gerak pengedar, bandar dan juga pengguna Narkoba. Bahkan kata Mahmud, Dir Narkoba senantiasa melibatkan Granat dalam berbagai kegiatan terkait dengan pemusnahan barang bukti serta berkoordinasi dengan kegiatan lainnya.

Kepada pejabat baru Dir Narkoba Polda Gorontalo, AKBP Witarsa Aji, SIK.,SH.,MH Mahmud pun mengucapkan selamat atas kepercayaan pada jabatan ini. Dirinya sangat percaya bahwa Witarsa Aji akan mampu menjalankan perannya dalam menjalankan tugas tersebut. Karena menurut Mahmud, Witarsa yang menjabat Wadir Narkoba tersebut sudah mengetahui peta keberadaan peredaran Narkotika di Gorontalo.

“Saya yakin, Dir Narkoba baru ini akan mampu menjalankan tugasnya dengan baik, karena dirinya bukan orang baru lagi di lingkungan Res Narkoba ini. Sekali lagi saya ucapkan selamat atas kepercayaan ini,” ungkap Mahmud sambil berharap kedepan kolaborasi antara Granat dan Res Narkoba Polda Gorontalo dalam hal pencegahan peredaran Narkotika di Gorontalo terus ditingkatkan. (JMSI)

Kategori
Tak Berkategori

Gubernur Gorontalo Dipolisikan Warganya Sendiri

Laporan : Tim Kabar Publik (JMSI)

GORONTALO (GOL) – Alyun Hippy akhirnya mendatangi Mako Polda Gorontalo, guna melaporkan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, Rabu (15/04/2020). Dirinya didampingi Kuasa Hukum, DR. Arie Duke bersama tim.

Alyun Hippy dalam hal ini sebagai Pelapor melaporkan Gubernur Gorontalo yang dalam laporan tersebut berstatus Terlapor terkait adanya dugaan perbuatan yang dilakukan oleh Gubernur Gorontalo yakni mengenai kegiatan pembagian sembako yang dilakukan pada tanggal 7 April 2020 berlangsung di depan rumah dinas Gubernur Gorontalo.

Menurut Pelapor, diketahui bahwa tanggal 19 Maret 2020, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) mengeluarkan Maklumat Kapolri Nomor : Mak/2/III/2020 tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Demikian halnya pada tanggal 23 Maret 2020, Kementrian Kesehatan RI mengeluarkan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19). Tanggal 31 Maret 2020, Presiden Republik Indonesia mengeluarkan Keputusan Presiden RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19),

Pelapor mengetahui dan melihat telah terjadi kegiatan pembagian sembako yang dihadiri oleh ribuan Becak Motor (Bentor) dan masyarakat untuk menerima pembagian sembako dari Terlapor.

Pembagian sembako tersebut dilakukan secara terbuka, masyarakat berdesak-desakan, sehingga terjadi antrian manusia yang panjang dan kemacetan parah diarea sekitar lapangan Taruna Remaja yang dibuktikan dengan dokumen foto. Pembagian sembako tersebut dijumpai sebagian besar masyarakat yang berdesak-desakan tidak menggunakan masker dan tidak melakukan physical distancing (jaga jarak fisik) sebagaimana Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 dari Kementrian Kesehatan.

Menariknya, Pelapor juga melaporkan terkait dengan penanganan isolasi Jamaah Tabligh pada tanggal 10 April 2020, yang berjumlah kurang lebih 170 orang yang mengikuti kegiatan keagamaan di Gowa Sulawesi Selatan. Jamaah Tabligh ditempatkan di Mess Haji Provinsi Gorontalo selama 14 hari yang kemudian ditetapkan sebagai ODP (Orang Dalam Pemantauan).

Merujuk dari laporan yang diperoleh Pelapor dari salah seorang saksi FI yang menyatakan selama 2 hari menjalani Isolasi para ODP merasa diperlakukan tidak selayaknya, tidak mendapatkan pendampingan rehabilitasi secara psycologis, tidak ada petugas medis yang ditempatkan Pemrov Gorontalo di Fasilitas Isolasi, kesehatan ODP tidak pernah dikontrol, makan tidak teratur bahkan tidak terpenuhi asupan gizinya, diberikan minum hanya 3 gelas air dalam sehari dari air yang diberikan dengan nasi bungkus, tidak ada dapur umum, tidak diberikan masker.

Terlapor sebagai Gubernur Gorontalo terhadap kelompok Jamaah Tabliq ini tidak melakukan kegiatan Surveilans secara benar. Menurut Pelapor, jika kelompok Jamaah Tabliq tersebut sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) seharusnya dilakukan kegiatan Survailens selama 14 hari sejak kontak terakhir dengan kasus positif Covid-19 dari kegiatan keagamaan di Gowa sekitar tanggal 18 Maret 2020. Dirinya juga mengatakan terhadap OTG pada 14 hari tersebut tidak dilakukan pengambilan spesimen pada hari ke-1 dan ke-14 untuk pemeriksaan RT PCR.

Seharusnya, kata Pelapor, pemeriksaan Rapid Test apabila tidak tersedia fasilitas pemeriksaan RT PCR, namun yang terjadi Pemeriksaan Rapid Tes baru dilakukan pada tanggal 10 April 2020 sudah lebih dari 14 hari sejak kontak terakhir dengan positif Covid-19 di Gowa. Demikian juga hal yang sama terhadap ODP tidak dilakukan prosedur sesuai dengan 7 Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 oleh Terlapor sebagai Gubernur.

“Dalam pelaksanaan isolasi / karantina yang dilakukan tersebut saya mendapat info dari salah satu ODP yang menyatakan tidak ada pembatasan sosial 1 meter terhadap orang-orang yang dikarantina, sebab jika ingin mengambil air di dispenser yang hanya 1 unit pasti akan berdekatan. Padahal berdasarkan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Bab IV mengenai tata cara perlengkapan selama masa karantina disebutkan ,pembatasan jarak sosial (lebih dari 1 meter) terhadap orang-orang yang di karantina,” Kata Alyun Hippy, Rabu (15/04/2020).

Olehnya Pelapor melaporkan Terlapor atas perbuatan Terlapor yang bisa dijerat dengan Pasal 93 UU No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan karena tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 dari Kementrian Kesehatan RI Tahun 2020, dan Maklumat KAPOLRI Nomor : Mak/2/III/2020. Hal yang sama juga dengan dugaan pelanggaran prosedur pembagian sembako.

“Apa yang dilakukan Terlapor dengan kegiatan pembagian sembako disaat Pemerintah Pusat telah menyatakan Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) melalui Keputusan Presiden RI Nomor 11 Tahun 2020 pada tanggal 31 Maret 2020. Namun disayangkan, Terlapor justru tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan sebagaimana diatur dalam Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19,” tegas Alyun kepada sejumlah wartawan.

Untuk itu, Pelapor mendatangi pihak Kepolisan Daerah Gorontalo agar segera bertindak untuk melakukan proses hukum terhadap Terlapor tersebut, karena perbuatan Terlapor disaat kondisi Kedaruratan Kesehatan Masyarakat sangat membahayakan keselamatan rakyat, dan harus segera ditindak secara tegas.

Sementara itu, kuasa hukum Terlapor, Suslianto, SH., MH yang dimintai tanggapannya oleh wartawan yang tergabung dalam Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) soal laporan klainnya, dirinya mengatakan belum mendapat informasi soal laporan terhadap klainnya. (@/gol/Kp)

Kategori
POHUWATO EKSEKUTIF Tak Berkategori

Kunjungi Gugus Tugas di Perbatasan, Syarif : Terima Kasih Pak Gubernur

POHUWATO (GOL) – Bupati Pohuwato, Syarif Mbuinga bersama Forkopimda Kabupaten Pohuwato mendampingi kunjungan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie ke perbatasan Gorontalo dan Sulawesi Tengah, Sabtu 4 april 2020.

Kunjungan Gubernur tersebut guna memastikan dan melihat langsung petugas medis bersama jajaran TNI/POLRI serta satpol PP yang tergabung dalam Gugus tugas yang berada di posko perbatasan Gorontalo dan Sulawesi Tengah

Setelah melihat langsung Kerja dari Gugus tugas pencegahan Penyebaran Virus Covid-19 atau Corona, Bupati Pohuwato, Syarif Mbuinga mengapresiasi atas dedikasi yang mereka berikan untuk masyarakat Gorontalo.

Syarif Mbuinga menambahkan Gugus Tugas bukan saja melindungi dan bekerja untuk masyarakat Pohuwato namun melindungi masyarakat Gorontalo secara umum.

Syarif pun tak lupa berterima kasih kepada pemerintah Provinsi Gorontalo dalam hal ini Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang telah mengunjungi dan memberikan perhatian berupa tambahan insentif bagi Gugus tugas di posko perbatasan Gorontalo dan Sulawesi Tengah.

Berdasarkan data yang di miliki oleh Awak media bahwa kunjungan Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga di perbatasan adalah merupakan kunjungan yang ke dua kalinya dalam agenda pencegahan penyebaran Virus Covid-19 di Kabupaten Pohuwato, kunjungan pertamanya saat pembatasan Waktu keluar masuk kendaraan di perbatasan serta mengecek kesiapan Gugus Tugas, dan hari ini 4 April Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga mengunjungi perbatasan mendampingi Gubernur Gorontalo. (@/gol/Jundi)

Kategori
HUKRIM Tak Berkategori

Dirazia, Sejumlah Wanita Muda Digiring ke Polres Gorontalo.

Laporan : Hidayat Mokambu (JMSI)

KABGOR (GOL) – Pasca diberlakukannya jam malam di tengah maraknya pandemik Covid-19, jajaran Kepolisian Resort Gorontalo berhasil mengamankan sejumlah pengunjung karaoke, Minggu dini hari (05/04/2020).

Sejumlah pengujung karaoke hiburan malam terciduk di Rumah Karaoke Jerami di Desa Lupoyo. Termasuk didalamnya para wanita yang berpakaian seksi pun ikut digiring ke Polres Gorontalo.

Awalnya Patroli Gabungan Polsek Telaga Biru, dan Koramil Telaga bersama pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo mensosialisasikan maklumat dari Bupati tentang pembatasan jam malam yang hanya sampai pukul 22.00 Wita. Apabila ada yang melakukan aktivitas diatas jam tersebut akan dilakukan pembubaran dan apabila tidak mengindahkan maka akan diamankan.

Dalam sosialisasi bersama tersebut, Polsek Telaga Biru mendapatkan informasi dari Polda Gorontalo bahwa Rumah Karaoke yang berada di Desa Lupoyo tersebut sedang beroperasi.

Akhirnya, Polda Gorontalo bersama Polres Gorontalo yang dibantu Polsek Telaga Biru menggerebek tempat tersebut. Walhasil, 18 orang pengunjung Rumah Karaoke berhasil diamankan oleh petugas. Tak hanya itu saja, petugas juga mengamankan 1 orang pemilik karaoke itu.

Polres Gorontalo melalui Kapolsek Telaga Biru, Iptu Zulkifli A. Badu ST., M.Pd membenarkan jika pihaknya melakukan penggeledahan ditempat kareoke di wilayah kerjanya.

“Ya, semalam kami bersama Polres dan Polda melakukan penindakan terhadap rumah Karaoke tersebut, dan 18 pengunjung tersebut diamankan di Polres Gorontalo, sementara pemilik Karaoke diamankan di Polda Gorontalo,” kata Kapolsek Telaga Biru, Iptu Zulkifli A. Badu ST., M.Pd. (@/gol/Kp)

Kategori
KONTROL Tak Berkategori

Begini Situasi Mall Gorontalo Saat Corona Mengancam

Laporan ; Jaringan Berita JMSI

GORONTALO (GOL) – Situasi terkini salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kota Gorontalo Hypermart yang satu gedung dengan Matahari Dept Store serta XXI Gorontalo terasa lengah, sepi dan kurangnya pengunjung.

Dari pantauan Tim media yang tergabung d Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Sabtu (04/04/2020) pukul 18.30 Wita, berbagai kedai makanan favorit kaum Milenial seperti Bakso Lapangan Tembak, Cabe Merah, J-CO yang berada di lantai bawah tutup dengan kondisi kursi terbalik diatas meja.

Sementara Matahari Dept Store dan XXI tutup untuk sementara waktu.

Kondisi ini cukup memprihatinkan. Padahal malam ini merupakan malam Minggu dan bertepatan dengan tanggal muda bagi para ASN dan pegawai swasta, namun suasana sepi seperti kondisi saat kerusuhan atau kondisi daerah yang terkena bencana shunami.

Terlihat hanya di Hypermart saja yang punya aktivitas. Dari keterangan para pekerja di tempat perbenjaan nyaman itu terungkap jika Hypermart setiap hari Senin sampai Kamis buka mulai jam 11.00 Wita hingga jam 20.00 Wita. Sementara hari Sabtu dan Minggu ditutup hingga pukul 21.00 Wita. Sepinya suasana perbelanjaan terlihat dari jumlah counter kasir yang melayani perbelanjaan malam ini. Dari 8 counter milik Hypermart, hanya 2 yang beroperasi, itu pun sepi pembembeli.

Security Hypermart yang coba dimintai keterangan terkait rencana akan dibuka kembali kedai makanan di area pusat perbelanjaan tersebut mengatakan recananya semua akan beroperasi kembali tanggal 17 April 2020.

“17 April pak, tapi melihat kondisi Corona dan menunggu pengumuman dari pihak pemerintah terkait dengan kondisi daerah ini pak,” kata security itu saat berbincang di escalator menuju Hypermart.

Kita berharap agar virus Corona ini bisa berlaku cepat sehingga perekonomian dan aktivitas kerja bisa berjalan dengan baik, apalagi tak lama lagi akan datangnya bulan suci Ramadhan. Semoga ya Allah. (@/gol/Kp)

Kategori
POHUWATO LEGISLATIF Tak Berkategori

Gunakan Dana Reses for Cegah Corona, Akademisi Puji DPRD Pohuwato

POHUWATO (GOL) – Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato saat ini serius dalam melindungi masyarakat dari penyebaran virus Covid-19 atau corona yang telah menyebar di indonesia dan Negara-negara di dunia.

Sebagai lembaga mitra pemerintah daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten pohuwato turut serta memikirkan sumbangsih nyata bagi upaya pencegahan virus Covid-19 tersebut.

Salah satunya adalah dengan melakukan pergeseran anggaran untuk alokasi pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19.


Jumlahnya pun tak tanggung-tanggung mencapai Rp 525.000.000. Dana ini diambil dari anggaran reses anggota dari Januari hingga April.

Atas peran serta dari DPRD tersebut, mendapat dukungan dan apresiasi dari kalangan Akademisi. Seperti yang diungkapkan Wakil Rektor III Universitas Pohuwato, Edi Sijaya, saat di hubungi via pesan whatsApp.

Dikatakannya, langkah ini sangat bijak dan sangat populis. Sebab, berhubungan langsung dengan keselamatan rakyat banyak. Olehnya, pihaknya mengaku sangat mengapresiasi langkah yang di ambil Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten pohuwato.

“Intinya saya sangat mengapresiasi respon Cepat dari pemerintah Daerah Pohuwato maupun dari DPRD yang begitu Responsif dan peduli terhadap penanganan penyebaran wabah virus Corona, khususnya diwilayah Kabupaten Pohuwato. Dan ini saya anggap wujud dari Kepedulian dari seluruh Anggota DPRD Kab.Pohuwato terhadap Warga Masyarakat yg ada diKabupaten Pohuwato,” terang Edi Sijaya.

Edo begitu sapaan akrabnya pun meyakini bahwa niat DPRD ini tidak untuk memanfaatkan situasi dan anggaran daerah untuk meraih popularitas. Melainkan semata karena keberpihakannya kepada rakyat.

“Saya yakin dengan niat tulus dari DPRD Pohuwato, tidak dalam Konteks Politik tapi ini Political Will yang sudah Wajib Hukumnya diambil oleh Pemerintah Daerah maupun lembaga DPRD itu sendiri. Intinya mari kita berpikir Positif terhadap apa yg telah DPRD lakukan sebagai tindakan preventif dengan wujud pengalokasian anggaran bagi warga yg terdampak,” imbuhnya.

“Mari bersama-sama mematuhi edaran pemerintah Kabupaten Pohuwato maupun DPRD kabupaten Pohuwato untuk memutus rantai penyebaran Virus Corona dengan tetap Stay at Home and work From Home,” tambah Edy menutup. (@/gol_jundi)

Kategori
HUKRIM Tak Berkategori

Antisipasi Penimbunan Masker & Sembako, Rachmat Gobel Temui Kapolda

GORONTALO (GOL) – Untuk kesekian kalinya, Wakil Ketua I DPR RI Rachmat Gobel beserta Rombongan melakukan kunjungan silaturahim di Mapolda Gorontalo, Kamis (05/03/2020).

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kapolda Gorontalo Brigjen Pol. Dr. Adnas M.Si bersama Para PJU Polda.

Dalam kesempatan itu, Rachmat Gobel menyampaikan, tujuan kedatangannya selain silahturahmi juga melaksanakan kordinasi dengan Polda Gorontalo dimana semakin maraknya penimbunan Masker dan sembako tentunya diharapkan pihak Polda Gorontalo dapat bertindak tegas atau mencegah sehingga tidak terjadi kasus Penimbunan tersebut di daerah Gorontalo.

Rachmat juga menyampaikan dukungan dan Do’anya terhadap Polda Gorontalo agar bisa dinaikkan Tipenya menjadi Polda Tipe A sehingga lebih dapat meningkatkan Pelayanannya kepada Masyarakat.

Kabid Humas Akbp. Wahyu Tri Cahyono, SIK menambahkan bahwasannya kami Polda Gorontalo mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Wakil Ketua I DPR RI Bpk. Rachmat Gobel bersama rombongan atas kedatangannya ke Polda Gorontalo. (@/gol_hms)

Kategori
KONTROL Tak Berkategori

Syarif – Marten Mesra Diruang Forum Musda Golkar Gorontalo

GORONTALO (GOL) – Pemandangan menarik terlihat ditengah-tengah ruang Musyawarah Daerah (Musda) ke – 5 Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Kamis (5-6/3/2020), di Hotel Dumhil UNG.

Sebelum acara pembukaan dimulai, nampak terlihat dua figur pimpinan daerah diwilayah ini begitu akrab. Mereka tak lain merupakan Ketua DPD 2 Golkar Pohuwato, Syarif Mbuinga dan Ketua DPD 2 Golkar Kota Gorontalo, Marten Taha.

Keduanya bertemu dan saling menyapa sambil berpelukan. Diiringi candaan dan senyum tawa yang jadi khasnya. Sesekali keduanya saling menggoda.

Pemandangan ini cukup menarik perhatian para peserta Musda lainnya. Tak ayal, mereka mengabadikan moment sakral ini. Hingga dalam hitungan detik, foto mesra kedua pimpinan ini viral disejumlah media sosial.

Dari pantauan awak media ini, sejumlah netizen yang sebagian besar adalah kader Golkar yang turut mengupload foto tersebut, mengiringi dengan tulisan disertai doa agar keduanya tetap dalam lindungan Allah SWT.

Namun, ada sebagian yang menulis memimpikan keduanya bisa diberi kesempatan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan Golkar Gorontalo.

Terlepas dari semua harapan itu. Kita semua tentu mendoakan agar Musda Golkar kali ini sukses dan melahirkan pemimpin partai yang tangguh bagi Golkar Gorontalo. (@/gol_tim)